Cerita dewasa hot menemani om-om kesepian

Cerita dewasa hot menemani om-om kesepianby adminon.Cerita dewasa hot menemani om-om kesepianCerita dewasa hot menemani om-om kesepian – Pengalamanku tentang Sex tidak usah ditanyakan lagi, kekasih-kekasihku dulu tidak pernah menang melawan liarnya nafsuku yang tinggi. Perkenalkan namaku Lita, umurku saat ini 27 tahun, aku mempunyai perawakan tubuh yang sangat menggoda para langgananku, karena aku bekerja disebuah apotik bagian pengantaran pesanan. Setiap aku mengantarkan pesanan obat untuk pelanggan, […]

Cerita dewasa hot menemani om-om kesepian – Pengalamanku tentang Sex tidak usah ditanyakan lagi, kekasih-kekasihku dulu tidak pernah
menang melawan liarnya nafsuku yang tinggi. Perkenalkan namaku Lita, umurku saat ini 27
tahun, aku mempunyai perawakan tubuh yang sangat menggoda para langgananku, karena aku
bekerja disebuah apotik bagian pengantaran pesanan. Setiap aku mengantarkan pesanan obat
untuk pelanggan, bisa dipastikan para pelanggan pasti terpelongok melihat penampilanku
yang super seksi dan pakaianku yang super ketat. Bahkan juga ada banyak pelanggan-
pelanggan laki-laki dan om-om menggodaku, namun aku hanya membalasnya dengan senyuman
karena aku juga belum menemukan yang cocok denganku.

model seksi mulus sange

model seksi mulus sange

Suatu hari pemilik apotik memanggilku dan menyuruhku untuk mengantar sebuah obat yang
dipesan langganannya. Aku pun mempersiapkan penampilanku secantik mungkin dan seseksi
mungkinn kemudian bergegas berangkat setelah mendapat alamat dari bosku. Tak berapa lama
aku mencari alamat rumahnya akhirnya ketemu juga. Disana aku lihat rumah yang sangat dan
megah. Kemudian aku pun memencet bel pintu rumah tersebut. Dan tak lama keuarlah seorang
laki-laki steengah baya umurnya sekitar 39 tahunan keluar dari rumah. Dia terlihat sangat
gagah sekali dan keluar menyambutnku dengan hanya menggunakan celana kolor pendek.
terlihat tonjolan besar dibalik celananya. Kemudian aku pun dipersilahkan untuk masuk
rumahnya.
sori ya, cuma celana pendekan aja, abis sumuk si”.

“Gak apa kok om”. Dia membukakan pintu pager dan aku memasukan sepeda motorku kedalem,
parkir disebelah mobilnya. “Masuk yuk”. Dia menyilakan aku masuk, langsung keruang
keluarga. Rumahnya besar, nyaman buat aku. Heran juga kok dia ngerasa sumuk, padahal ada
ac yang nyala diruang keluarga.

“Kok sepi rumahnya om”. “Kan aku dah bilang tadi, keluarga lagi kluar kota semuanya”.

“Dah lama ya om”.

“Udah juga si, nengok mertua sakit, katanya si dah parah”.

“Kok om gak nengok”.

“aku kan kudu kerja, aku nuggu kabar aja, kalo ada yang kritis baru aku brangkat”. “Wah
sepi dong om ditinggal lama gitu, pa gak gatel tuh”.

“Kok gatel, apanya?” dia tersenyum, aku sengaja mulai nyerempet2 ngomongnya.

“Kalo lama gak dikluarin katanya bikin gatel2?.

“apanya yang gak dikluarin”.

“O Lita ngerti sekarang napa om ngerasa sumuk dan cuma pake celana pendek, dalam rangka mo
ngeluarin ya. Tu tv nya stand by, lagi nonton ya om”.

“Tau aja si kamu”. aku mengambil remote dan memijit pausenya, di tv langusng muncul
tayangan seornag lelaki negro yang Penisnya gede panjang sedang diemut oleh abg amoy.

“asik nih”. aku terpaku melihat tayangan itu, apalagi ketika si negro mulai mendogi si
amoy, suara ah uh bergema.
Dia kaget saat tiba-tiba aku duduk merapat dan mulai mengelus selangkangannya.Cerita Sex Pembantu

“keras banget om, dah lama ya gak dikluarin”. Tanganku menyusup kedalam celana pendeknya
dan celana dalamnya, menyerobot Penisnya dan mengeluarkannya.

“Om gede banget, panjang lagi”.

“Mangnya kamu belon pernah liat yang sebesar ini, tu si negro punya juga gede banget kan”.

“Itu kan di film om, punya cowok Lita gak segede om punya”.

Tangan kananku terus meremas halus Penisnya. kepalaku menuju ke arah Penisnya. Pelan-pelan
aku mengecup, melumat dan menyedot Penisnya, pantatnya bergerak seirama sedotan mulutku,
tangan kirinya berpindah-pindah antara toket kiri dan kananku yang lembut namun kenyal.
“Kamu imut orangnya tapi toket kamu montok juga ya Lit”.

“Om suka kan”.

“Suka banget Lit, palagi emutan kamu nikmat banget deh, dah ahli rupanya”.

Makin lama sedotanku semakin liar, aku terus melumat, menjilat dan menyedot Penisnya yang
kian mengeras. Aku terus menyedot Penisnya, pinggangnya pun bergerak turun naik, mengikuti
sedotanku. dia sepertinya merasakan desakan hebat diPenisnya, segera ditariknya kepalaku,
dilumatnya bibirku. Jemariku kini mengambil alih tugas mulutku, mengocok Penisnya yang
telah licin.
“Lit, kekamar yuk”.

“Om dah gak tahan ya”.

“Iya nih, abis kamu nakal banget sih. Dah sering nyepongin Penis ya Lit, nikmat banget deh
sepongan kamu”.

“Mau kan Lit”. “Siapa takut”, jawabku. gak lama kemudian kami dah berada dikamarnya.
“sayang”, panggilnya. Aku hanya tersenyum. Sementara dia melepaskan celana pendeknya dan
berbaring di ranjang hanya mengenakan celana dalam.

“Lit, kesini dong”. Penisnya yang besar dan panjang masih ngaceng dengan kerasnya.

Aku tersenyum melihat posenya yang menantang di ranjang. Aku duduk disebelahnya dan dia
langsung mencium bibirku dengan penuh napsu. Aku membalas lumatannya juga. “Lit, aku dah
napsu banget nih”, katanya sambil menciumi leherku. “Sama, Lita juga napsu om”. Dia
mengusap2 punggungku dan mulai meremas2 toketku dari bajuku. Gak lama kemudian dia
melepaskan baju dan celanaku.
sepertinya dia gak mau menyia2kan waktu sedikitpun. Aku sih ok saja karena sejak tadi
celana dalamku dah basah membayangkan nikmatnya dientot si om. Braku gak lama kemudian
juga terlepas. Ciumannya menjalar menyusuri leher dan belakang kupingku. Aku menggelinjang
kegelian, “Geli om “. Aku makin menggeliat ketika lidahnya menyelusuri toketku dan turun
di belahannya. Dia terus memainkan lidahnya di toketku tapi tidak sampai kepentilku.
“om diisep pentilku dong”, aku mendesah2. Dia terus saja menjilati daerah sekitar
pentilku, tapi pentilku tidak disentuh. Kemudian ciumannya turun ke arah perutku sambil
tangannya mengusap2 daerah Vaginaku, celana dalamku sudah basah karena napsuku sudah
berkobar2.

“Lit, kamu udah napsu banget ya, sampe celana dalam kamu basah begini”, katanya sambil
meneruskan usapan. Aku gak tahan lagi, kepalanya kutarik dan kudekatkan ke pentilku.

“Diisep dong om “, rengekku. Dia segera mengisap pentilku sambil meremas toketku.

“Terus om , diisep yang keras om, enak om akh”, erangku. Dia mengemut pentilku bergantian,
demikian pula toketku diremas bergantian. Sesekali dielus2nya itilku dari luar celana
dalamku. Dia bangkit, melepas celana dalamnya. Penisnya yang besar dan panjang sudah
ngaceng dengan kerasnya.

“Penis om besar dan panjang ya om , keras banget lagi”, kataku sambil menciumi Penisnya
dan mengenyot kepalanya. Kepalanya kemudian kujilati dan jilatanku turun ke arah bijinya.
Seluruh Penisnya kujilati.

“Enak Lit terusin dong emutannya”, katanya. Kemudian dia memutar tubuhnya sehingga
posisinya menjadi 69.

Celana dalamku langsung dilepas, “Ni jembut lebat banget”, katanya sambil mengelus2
jembutku yang sudahbasah karena lendir Vaginaku. Dia mulai menjilati Vaginaku. “Enak om,
terus”, aku mengerang keenakan, dan makin menggelinjang ketika lidahku menyentuh itilku.
Penisnya kuemut dengan keras, kepalaku mengangguk2 mengeluar masukkan Penisnya dimulutku.
Akhirnya aku gak bisa bertahan lebih lama lagi, aku nyampe kerana itilku dikenyot2, “om ,
Lita nyampe om , aakh”. Penisnya terus kukocok dengan cepat dan keras.
“Din, aku mau ngecret juga Din”, katanya terengah. Segera kepala Penisnya kuemut lagi dan
kukenyot dengan keras, aku terusmengocok Penisnya sampai akhirnya dia ngecret dimulutku.
Banyak banget pejunya nyembur sampe meleleh keluar dari bibirku. Penisnya terus kukenyot
sampe denyutan ngecretnya hilang baru kulepas. Pejunya kutelannya tanpa rasa jijik.

“Lit nikmat banget ya emutanmu, pastinya emutan Vaginamu lebih nikmat lagi ya”, katanya
terengah.

“Peju om banyak banget si ngecretnya, stok brapa lama neh. Untung gak jadi odol om”. Dia
hanya tertawa sambil berbaring disebelahku, dipeluknya badanku. Belum dientot saja dia
sudah ngasih aku ke kenikmatan.Cerita Sex Pembantu

Setelah itu kami membersihkan diri di kamar mandi. Didalam kamar mandi pun kami saling
membersihkan badan. Penisnya mengeras lagi ketika kukocok2 pelan2, aku jongkok didepannya
dan mengemut Penisnya lagi, langsung saja Penisnya ngaceng dengan kerasnya. Kepalaku
bergerak maju mundur memasuk keluarkan Penisnya dimulutku. Dia gak bisa menahan diri lagi,
langsung dia duduk di toilet, aku dipangku berhadapan, sambil mengarahkan Penisnya ke
Vaginaku. Segera Penisnya nancep diVaginaku, terasa sekali Vaginaku melebar untuk
menampung Penisnya yang dienjotkan pelan-pelan sehingga makin nancep di Vaginaku, “Enak
om, ssh”.
Aku mengenjotkan badanku maju mundur supaya Penisnya bisa nancep dalem di Vaginaku, diapun
mengenjotkan Penisnya juga sehingga terasalah gesekan Penisnya diVaginaku. Nikmat banget
rasanya. Sedang nikmat2nya, dia berhenti mengenjotkan Penisnya. Aku disuruhnya memutar
badanku tanpa mencabut Penisnya dari Vaginaku. Aku disuruh nungging sambil berpegangan di
wastafel. Mulailah dia mengenjotkan Penisnya dari belakang. Sambil mengenjot, toketku yang
mengayun2 seirama enjotannya kuiremas2. “Akh om , nikmat banget om .

Penis om nancepnya dalem banget om, Sesek non0k Lita rasanya, gesekan Penis om kerasa
banget, enjot terus yang cepet om , Lita udah mau nyampe lagi”, erangku. “Cepet banget
Din”, katanya. “Abis nikmat banget sih Penis om, jadi Lita gak bisa nahan lagi”, erangku.
Dia makin cepat mengenjotkan Penisnya keluar masuk sampe akhirnya aku menggelinjang dengan
hebat, “Akh om, Lita nyampe lagi, Lita lemes om “, erangku terengah2.

Bibirku langsung diciumnya dengan penuh napsu, lidahnya yang dijulurkan ke mulutku kuisep
kuat2 juga. Dia melingkarkan tangannya di leherku dan langsung meremas2 toketku. Terasa
Penisnya yang masih ngaceng menekan ke perutku. Dia terus saja meremas2 toketku, pentilku
yang sudah mengeras langsung dijilati. Aku jadi menggelinjang kegelian. Jilatannya turun
terus ke bawah, ke puserku dan terus menciumi daerah Vaginaku yang sudah basah. “Lit kamu
sudah siap dientot lagi ya, udah basah begini”, katanya.

Dia membopongku sambil terus menciumi bibirku. Aku dibaringkan di ranjang, sambil terus
menciumi seluruh tubuhku, napsunya makin berkobar2, berkali2 aku menggelinjang. Sambil
mengulum bibirku, dia mengelus2 pinggulku, kemudian jarinya mulai mengilik Vaginaku dan
akhirnya itilku yang menjadi sasaran. Aku mengangkangkan pahaku supaya dia mudah mengakses
Vagina dan itilku. Aku menggeliat2 saking napsunya. Jarinya makin cepet menggesek itilku,
aku mengangkat2 pantatku karena sudah pengen banget dienjot, “Ayo dong om , Lita dientot,
udah pengen banget kemasukan Penis om lagi”, rengekku.

Dia kemudian menelungkup diatasku, Penisnya diarahkan ke Vaginaku dan kepalanya mulai
nancep di Vaginaku, “Akh, enak om , masukin semuanya om “, lenguhku. Dia mulai
mengenjotkan Penisnya keluar masuk, makin lama makin cepat dan akhirnya dengan satu
enjotan keras seluruh Penisnya nancep semuanya di Vaginaku, “Akh, enak om , masuk semuanya
ya om, non0k Lita sampe sesek banget rasanya kesumpel Penis om “. Dia terus mengenjotkan
Penisnya keluar masuk makin cepat dan keras. “Enak om, terus om, enjot yang cepet dong”,
rengekku terus.

Setengah permainan dia mencabut Penisnya dari Vaginaku, “Kenapa dicabut om, belum nyampe”,
protesku. “Variasi dong”, jawabnya sambil menjepitkan Penisnya yang keras banget di
toketku. Aku menjepit Penisnya dengan toketku, dia bergerak maju mundur, menggesekkan
Penisnya di toketku. Ketika dia memajukan Penisnya, kepalanya kuemut sebentar dan kemudian
terlepas karena dia memundurkan lagi, terus seperti itu. “Enak Lit”, erangnya.

Setelah puas menggesek Penisnya ditoketku, dia berubah posisi lagi. “Kamu sekarang diatas
ya Lit”, katanya sambil berbaring. Segera aku menaiki badannya dan menempatkan Penisnya
yang ngaceng tegak di Vaginaku. Aku menurunkan Vaginaku pelan2 dan bles, Penisnya mulai
ambles di Vaginaku, “Akh, enak banget om “, lenguhku. Aku menaik turunkan pantatnya dengan
cepat sehingga Penisnyapun makin cepat terkocok2 didalem Vaginaku, nikmat banget rasanya.
Dia pun melenguh, “Enak Lit, terus yang cepet”.

Aku merunduk dan mencium bibirnya, dia memeluk punggungku sambil gantian mengulum bibirku
sambil meremes2 toketku yang berguncang2 seiring dengan naik turunnya badanku mengocok
Penisnya. Pentilku diplintir2. Aku makin bernapsu mengocok Penisnya dengan Vaginaku. Dia
memegang pinggulku sementara aku terus mengocok Penisnya. Kocokanku makin kencang, “om,
Lita sudah mau nyampe nih”, kataku terengah. Dia meraba itilku dan dikilik2, ini
mempercepat proses aku nyampe, “Akh, om , Lita nyampe, akh nikmatnya”, lenguhku dan aku
ambruk menelungkup dibadannya.

Dia mengeluarkan Penisnya dari Vaginaku, masih perkasa Penisnya. Kemudian Penisnya kuciumi
dan kepalanya kuemut, kepalaku mengangguk2 mengeluar masukkan Penisnya dalam mulutku.
Penisnya terus kuemut sambil dikeluar masukkan di mulutku, batangnya kukocok2 dengan
cepat. “Akh enak banget Lit”, erangnya. Cukup lama aku mengemut Penisnya, rupanya karena
sudah ngecret 2 kali, dia bisa bertahan lama sekali. Penis kukeluarkan dari mulutku dan
aku disuruh nungging dipinggir ranjang.
Dari belakang sambil berdiri dia mencolokkan Penisnya lagi kedalam Vaginaku, sekali enjot
Penisnya sudah amblas semua ke Vaginaku, “Akh, enak banget om”, erangku. Dia mengenjotkan
Penisnya keluar masuk Vaginaku, karena berdiri enjotannya menjadi lebih keras dan lebih
cepat, nikmatnya gak terlukiskan dengan kata2. Dia meraba2 lubang pantatku, kemudian
jarinya ditusuk2kan kepantatku. “om sakit”, protesku. Dia berhenti menusuk2 pantatku,
pinggulku dipegangi sambil mengenjotkan terus Penisnya keluar masuk dengan cepat dan
keras. Dia membungkuk dipunggungku supaya bisa meremes2 toketku yang berguncang2 seirama
dengan sodokannya. Pentilku kembali diplintir2. “Enak om , terus enjotannya, Lita udah mau
nyampe lagi om “, erangnya. “Cepet kok Lit, aku belum ngerasa apa2?, katanya sambil terus
mengenjot Vaginaku. Akhirnya aku tak bisa nahan lebih lama lagi, “om , Lita nyampe om ,
akh”, aku tersungkur diranjang karena lemes, Penisnya tercabut dari Vaginaku, masih keras
dan berlumuran lendirku.

Dia tidak memberi kesempatan aku istirahat, aku ditelentangkan dan Penis dimasukkan lagi
ke Vaginaku, terus mulai dienjot lagi keluar masuk dengan cepat dan keras. “om , kuat amat
sih Penisnya, Lita udah lemes om , abis udah 2 kali nyampe”, lenguhku. Dia tidak
memperdulikan lenguhanku, terus saja Penis dienjotkan keluar masuk. Makin lama enjotannya
makin cepet dan keras, aku sudah pasrah saja telentang keenakan. Toketku diremes-remas
sambil memlintir-mlintir pentilku, akhirnya “Lit aku ngecret”, dan pejunya menyembur
diVaginaku. Aku memeluk dan mengelus-elus punggungnya. “om, nikmat banget ngent0t dengan
om , istirahat dulu ya om , Lita udah lemes banget”, dia mencabut Penisnya dan rebah
disebelahku. Tak lama kemudian kami tertidur kelelahan.Cerita Sex Pembantu

Ketika terbangun, dah lewat magrib. Terasa lapar juga karena kerja keras kali ya. Om Roy
ngajakin aku keluar cari makan. SEgera aku mandi dan mengenakan pakeanku lagi. “wah jadi
gak ganti baju nih ya”. “abis gak tau si kalo om mo ngajakin berebagi kenikmatan, kalo tau
Lita bawa baju ganti. Lagian abis makan Lita kan mo pulang, om, besok kan kerja”. “Kamu
mau gak nemein aku semaleman Lit, nanti kita beli baju deh bguat kamu pake kerja besok.
Kamu ngekos kan, jadi gak da yang nyariin kan?”. “Om belon puas ya”. “Masi mau lagi Lit,
non0k kamu nikmat banget empotannya, kamu blajar diaman si”. “Lita ikutan senam bl om”.
“Gak heran empotan kamu brasa banget.

Mau ya nemeni aku semaleman”. Aku emnggangguk, dia mengajak aku ke mall untuk belanja
pakean untuk aku kerja besok, baeknya ukuran badanku standard sehingga bisa mendapatkan
pakean yang pas buat aku. Dia membayari semua belian pakeanku, luar dalem. Setelah itu
baru kita cari makan. Dia pesen sate kambing dan beberapa makanan laen di food court mal
itu. “wah mo all nite long nih”. “Iya lah, mumpung ditemeni kamu”. “Lita mau kok om kapan2
nemeni om lagi, gak bisa dirumah kan bisa cek in hotel om”. “iya ya, nanti deh kita cari
kesempatannya. Kamu mo nasi pa lontong”. “Kan dah ada lontong om, gede panjang dan keras
banget lagi”. Dia tertawa mendengar guyonan mesumku. Selesai makan dengan santai, kita
kembali ke rumahnya.

Dia mengambilkan can soft drink dingin, dibukakan untukku. Aku meminumnya.

Dia memelukku. Aku diciumnya sambil segera meremas2 toketku kembali. Segera aku
kutelanjangi, toketku diciumi dan pentilku diemut2, segera saja pentilku mengeras. Dia
segera saja mengiliki2 itilku.”om , kok napsu banget sih sama Lita”, tanyanku. “Abis
ngent0t sama kamu nikmat banget sih”, jawabnya. “Lita kan juga dapet nikmatnya dipatil
lagi sama Penis om “, kataku. Kemudian dia melepas semua pakeannya. Penisnya sudah ngaceng
dengan keras. Dia duduk di ubin di depanku, kakiku dikangkangkan. Badanku diseret sehingga
aku setengah rebah di dipinggir sofa. Lidahnya mulai menggesek Vaginaku dari atas ke
bawah.
Itilku menjadi sasaran berikutnya, dijilat, dihisap, kadang digigit pelan, dijilati lagi,
“om , enak banget om , terus om “, erangku. Dia terus menjilati itilku sampe aku nyampe.
“Akh om , belum dientot Lita sudah nyampe, om lihai banget deh makan Vagina Lita”, kataku.
Dia berdiri, aku ditarik supaya duduk. Penisnya tepat ada dimukaku, segera saja kugenggam
dan kuemut kepalanya. Aku mulai mengeluar masukkan Penisnya sambil batangnya kukocok2
dengan cepat dan keras. Dia mengejotkan Penisnya pelan dimulutku seperti sedang mengentoti
mulutku.

Beberapa saat kemudian, dia berbaring disofa, aku segera menaiki badannya dan menancapkan
Penisnya di Vaginaku, kusentakkan badanku kebawah dengan keras sehingga sebentar saja
Penisnya udah nancep semua di Vaginaku. Aku menaik turunkan pantatku dengan cepat sehingga
Penisnya terkocok oleh Vaginaku dengan cepat juga, “Akh nikmat banget Lit”, erangnya. Dia
menahan badanku sehingga aku berhenti mengenjot. Penis dikeluarkan dari Vaginaku, aku
disuruh telungkup menungging di sofa dan kembali Penis ditancapkan ke Vaginaku dari
belakang. Bles, Penisnya langsung saja nancep semuanya ke Vaginaku, “Akh, nikmatnya,”,
kali ini aku yang menggerang.

Dia langsung mengenjot Vaginaku dengan cepat dan keras. Terasa sekali Penisnya menggesek
Vaginaku, kalo dienjotkan dengan keras terasa Penisnya nancep dalem sekali di Vaginaku.
Makin cepat dienjot makin nikmat rasanya. Tiba2, “akh om , Lita nyampe, om ” , aku meledak
juga akhirnya. Dia terus saja mengenjotkan Penisnya keluar masuk dengan cepat sampe
akhirnya kembali dia ngecret, “Lit, aku ngecret, nikmat banget rasanya Lit”, terasa
kembali pejunya membanjiri Vaginaku. “om, Lita lemes banget om , baru sampe rumah udah
dientot lagi. om gak ada matinya ya”, kataku sambil tersenyum. “Ya udah kita mandi dan
terus tidur”, jawabnya sambil masuk ke kamar mandi. Aku berbaring saja di sofa sambil
istirahat. Selesai mandi, dia keluar masih bertelanjang bulat. Giliranku mandi. Selesai
mandi, dia sudah berbaring diranjang dikamarnya, aku berbaring disebelahnya. tak lama
kemudian aku tertidur.

Ketika terbangun, dia gak ada diranjang. Aku bangun ke kamar mandi, pipis.muka kubasuh
dengan air dingin. Seger sekali rasanya. Rupanya dia ada di pantri dilantai bawah sedang
menyeduh kopi dan menghangatkan makanan di microwave. Aku duduk di meja makan. “Lit, kalo
laper lagi, masih ada nasi goreng yang semalem aku beli sekalian. Dah aku angetin nih, kan
mo kerja keras lagi. kita masih mau satu ronde lagi kan”. Aku hanya tersenyum mendengar
kata2nya, aku mengunyah nasi goreng yang dibelinya dengan tenang. Sehabis mengisi perut,
dia langsung menarik tanganku kembali ke ranjang di kamar.

Aku dipeluk, segera saja dia meremas2 toketku sambil mencium bibirku dengan gemasnya.
Pentilku diplintir2nya pelan, napsuku segera saja berkobar, pentilku segera mengeras. Aku
tidak tinggal diam, Penisnya yang sudah ngaceng keras sekali kukocok2. “Lita isep ya om “,
kataku sambil mengubah posisi mendekati Penisnya. Kepala Penisnya kujilati kemudian pelan2
kumasukkan ke mulutku. Penisnya kukulum2, kukeluar masukkan di mulutku. “Enak Lit”,
erangnya. Kemudian dia menarik aku kembali kepelukannya. Bibirku kembali dilumat, aku
membalas lumatannya, sementara dia terus saja meremas2 toketku.
Tangannya kemudian mengarah kebawah, itilku menjadi sasaran berikutnya. “Akh om, enak”,
erangku. Dia menciumi leherku, terus kebawah mengemut pentilku bergantian, aku terus
mengerang keenakan. Ciumannya terus mengarah kebawah, berhenti di puserku sehingga aku
menggelinjang kegelian, “Geli om”, kataku manja. Akhirnya sampailah ciumannya pada sasaran
sesungguhnya, non0k dan itilku. Jilatannya segera menyerbu itilku. Aku sudah mengangkang
selebar2nya supaya dia mudah menjilati itilku. Dia meletakkan bantal dibawah pinggulku.
“Buat apa om, kan Penis om panjang. Gak usah diganjel masuknya juga dalem banget”,
tanyaku. Dia tidak menjawab, terus saja menjilati itilku yang makin terexpose karena
ganjelan bantal itu. Aku jadi tau kenapa dia mengganjal pantatku dengan bantal, supaya dia
mudah menjilati itilku. Jilatannya berubah menjadi emutan, itilku diemut2nya pelan. Aku
menjadi makin blingsatan. “Akh om , Lita udah pengen dientot, om .Masukin dong Penis om “,
erangku.

Dia menghentikan emutannya, aku dinaikinya dan mengarahkan Penisnya ke Vaginaku. Dia
menggosok2kan kepala Penisnya di Vaginaku yang sudah basah banget, “Ayo dong om , tancepin
aja semuanya”, erangku gak sabar. Aku makin menggelinjang karena gosokan Penisnya itu.
Pelan2 dimasukkannya Penisnya ke Vaginaku. Dia menekan Penisnya masuk sedikit2 demi
sedikit. Karena ganjalan bantal, Penisnya jadi lebih mudah nancep. “Akh, ssh, enak banget
om , tancepin aja semuanya sekaligus sampe mentok”, kataku. Dia mulai mengenjotkan
Penisnya keluar masuk pelan sehingga sedikit demi sedikit Penisnya nancep makin dalem aja.

Enjotannya makin cepat dan dengan sekali hentak Penisnya ditancepkan semuanya ke Vaginaku,
“Akh enak banget om”, erangku. Dia terus saja mengenjotkan Penisnya dengan keras dan
cepat, “Enak om, terus om, yang cepet, Lita udah mau nyampe om “, erangku terengah2. Tau
aku udah mau nyampe, dia mempercepat enjotan Penisnya, setiap enjotan langsung menancapkan
Penisnya dalam2 diVaginaku. Pantatku menggeliat2 tidak teratur saking nikmatnya.

Akhirnya aku sampe juga. Kakiku segera membelit kakinya, aku memeluk punggungnya, “om,
Lita nyampe, akh, ssh, enak banget om “, jeritku keenakan. Dia terus saja mengenjotkan
Penisnya keluar masuk setelah aku meletakkan kakiku diatas ranjang lagi, rasa nikmat
membuatku terkapar, napasku tersengal2. Dia tidak peduli dengan kondisiku, tetap saja
Penisnya dienjotkan dengan cepat dan keras. Sebentar kemudian napsuku sudah bangkit lagi,
aku mulai menggeliat2kan pantatku.Cerita Sex Pembantu

“Lit ganti posisi yuk”, katanya sambil mencabut Penisnya dari Vaginaku. Aku disuruhnya
menungging dipinggir ranjang. Dia berdiri dibelakangku dan menancapkan Penisnya
diVaginaku. Sekali sodok, Penisnya sudah nancep sampe pangkalnya. Sambil berdiri dia
mengenjot Vaginaku. Penisnya bergerak keluar masuk Vaginaku dengan cepat dan keras.
Enjotannya lebih terasa keras karena dia berdiri sehingga tenaga enjotannya menjadi lebih
besar. “Akh om , enak banget, enjotan kon tol om terasa banget keluar masuk non0k Lita,
terus om , ssh”, erangku.

Baca Juga Cerita Seks Menantu Yang Mengoda

Dia mempercepat enjotan Penisnya, “Lit, aku udah mau ngecret Lit”, katanya. “Iya om , Lita
udah mau nyampe lagi, barengan ya om “, jawabku. Dia mengenjotkan Penisnya dalem2 dengan
keras, “Lit, aku ngecret, akh, ssh”, erangnya. Terasa semburan pejunya di Vaginaku
sehingga akupun nyampe lagi untuk kesekian kalinya. “om, Lita juga nyampe om, akh nikmat
banget om ,” jeritku. Dia menelungkup diatas punggungku sehingga aku rebah keranjang.
Penisnya tercabut dari Vaginaku. Dia berguling dan berbaring disebelahku yang masih
nelungkup. “om , nikmat banget deh enjotannya kalo om ngenjotnya sambil berdiri”, kataku.
Dia hanya tersenyum.
Dia bangun ke kamar mandi, pipis. Kembali ke ruangan dia mengambil air dingin di lemari
es, diminum habis segelas, dia mengisinya lagi dan diberikan kepadaku yang masih terkapar
kelelahan. “Hebat om ya, kuat banget ngent0tnya”, kataku. “Kamu juga hebat Lit, napsu kamu
cepet sekali berkobar, kayanya kamu gak puas2 ya makan Penisku”. “Mana bisa puas om , kan
gak tiap hari non0k Lita keiisi Penis om , mumpung ada kesempatan ya dituntasin aja”.
“Enak Lit, empotan non0k kamu kerasa banget, lihai kamu ya Lit”. Berakhirlah sudah malam
penuh kenikmatan dengan si om. “om , kapan Lita dientot lagi”. “Nanti kalo ada kesempatan
lagi ya sayang”. Aku segera bebersih, mengenakan pakean yang dia belikan semalem, “Makasi
buat segalanya ya om”. Dia menandatangani faktur pembelian, dan menyerahkan uang cash
untuk pembayaran vitamin tulang. dia mengecup bibirku dengan mesra sebelum aku
meninggalkan rumahnya.

Author: 

Related Posts